Tunjangan Kartu Pra Kerja Sebenarnya Untuk Siapa?


Ilustrasi kartu pra kerja (Ngopibareng)

Realita mencari pekerjaan di Indonesia memang bukan perkara mudah belakangan ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai harus menjanjikan adanya sebuah kartu sakti untuk para pengangguran. Dalamrangkaian kampanye pemilihan presiden 2019, Maret lalu, Jokowi berjanji akan menerbitkan Kartu Pra Kerja apabila dirinya kembali terpilih dalam Pemilihan Umum.
Setelah terpilih Jokowi pun mulai menimplementasikan janji kampanyenya untuk mengeluarkan kartu Pra Kerja Namun tunjangan kartu pra kerja sebenarnya untuk siapa?

Bila mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pengangguran memang sudah berkurang signifikan. Per Agustus 2018 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat hanya sebesar 5,34%, jauh lebih kecil ketimbang posisi per Agustus 2005 yang sebesar 11,24%. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara, tingkat pengangguran Indonesia yang sebesar 5,34% merupakan yang paling besar. Secara umum, kondisi tersebut mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja Indonesia yang masih tertinggal.

Salah satu penyebabnya dari tingginya tingkat pengangguran di Indonesia adalah pendidikan di Indonesia yang kurang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Dimana Di era Modern dan industry 4.0 pendidikan Indonesia hanya monoton mengajarkan hal hal yang tidak pernah dibutuhkan di realita kehidupan. Buktinya sepanjang tahun 2016-2017, jumlah orang yang keluar dari pekerjaan karena alasan kemampuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan meningkat hingga 90,2% atau hampir dua kali lipat dari tahun 2015.

Kedua fakta tadi mengkonfirmasi bahwa perlu adanya peningkatan di sector kualitas tenaga kerja di Indonesia. Lalu hadirlah sebuah Solusi yang coba di tawarkan oleh Jokowi untuk memberikan kartu Pra Kerja. Namun sebenarnya apasih kartu pra kerja itu sendiri?

Kartu Pra Kerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Selain memberdayakan, kartu tersebut juga dinyatakan dapat menanggulangi kemiskinan. Kartu tersebut juga dinilai efektif untuk menghadaoi industry 4.0. Kartu pra-kerja awalnya direncanakan akan diluncurkan pada Januari 2020, tapi karena masalah implementasi teknis maka peluncurannya diundur hingga Agustus 2020.

Lalu sebenarnya siapa saja yang berhak mendapatkan kartu pra kerja serta mendapatkan tunjangan serta kursus keterampilan secara gratis tersebut? Kategori mereka yang bisa mendapatkan Kartu Pra Kerja apabila dalam kondisi sebagai berikut:
·         Baru lulus kuliah (fresh graduate)
·         Masih bekerja/pekerja yang ingin pindah profesi
·         Korban PHK atau rencana PHK
Sementara itu, persyaratan khusus untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja ini adalah:
·         Warga Negara Indonesia (WNI)
·         Usia di atas 18 tahun
Pemegang Kartu Pra Kerja Bisa Pilih Pelatihan di Go-Jek dan Tokopedia
Tertulis dalam Buku Nota II Keuangan RAPBN 2020 Para pemegang kartu pra kerja ini nantinya bisa mendapat fasilitah berupa pelatihan untuk meninggkat kan skill, dan terbagi menjadi 2 jalur :
. Kartu Pra Kerja akses Reguler
Akses reguler yaitu pemberian pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja pada pencari kerja melalui:
·         Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pemerintah termasuk BLK (Balai Latihan Kerja)
·         LPK Swasta
·         Training Center Industri
Pelatihan dari akses reguler ini dilakukan secara tatap muka. Dan Kartu Pra Kerja akses Reguler ini buat para pencari kerja baru dan pencari kerja yang alih profesi atau korban PHK.
2. Kartu Pra Kerja akses Digital
Dengan akses digital, maka penerima Kartu Pra Kerja bisa memilih jenis, tempat, dan waktu pelatihan melalui platform digital, seperti Go-Jek, Tokopedia, dan lainnya. Pilihan pelatihan bisa dilakukan secara tatap muka ataupun online. Kriteria lembaga pelatihan akan ditentukan sesuai kriteria pemerintah. Sedangkan Kartu Pra Kerja akses Digital ini diperuntukkan utamanya bagi kelompok usia muda 

Harapan dari kartu pra kerja nantinya bisa mengurangi pengangguran secara signifikan dikarenakan SDM kita yang berkualitas membuat banyak investor yang ingin membangun bisnisnya di Indonesia dan nantinya lapangan pekerjaan akan semakin banyak untuk masyrakat Indonesia. Dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2020 juga disebutkan dengan program Kartu Pra Kerja ini diharapkan kompetensi, baik para pencari kerja baru, pencar kerja alih profesi, atau korban PHK dapat mengisi kebutuhan dunia kerja. Sehingga masalah pengangguran di Indonesia dapat diatasi. https://www.cekaja.com/info/kartu-pra-kerja-siap-di-rilis-anggarannya-sampai-rp10-triliun/

0 komentar:

Post a Comment