Jakarta In Lova Part #6


Menik membenamkan kepalanya dalam pelukan Wita, kali ini ia tak sanggup lagi menahan gejolak di hatinya. Bayangan Tiyas dan Ihang terus menghantuinya. Rasa bersalah pada Tiyas mebuat sesak di dadanya. Baginya Tiyas adalah sahabat sekaligus keluarga, walau belum lama mereka saling mengenal namun ia sangat menyayangi Tiyas. Kehadirannya dalam hidup Menik memberi arti tersendiri. Bahkan sudah dua kali Menik ikut ke kampung Tiyas. Menik dapat merasakan kehangatan dan ketulusan keluarga Tiyas,  bahkan ia diperlakukan selayaknya anggota keluarga.

Bagaimana mungkin, kini ia sanggup menyakiti sahabat yang sangat ia sayangi. Menik tak bisa menghalau air matanya yang tumpah, membuat kelopak matanya membengkak raut wajahnya terlihat sangat kusut.Wita mencoba menenangkan Menik, mengusap punggung gadis yatim piatu itu.

"Menik, sudah, jangan menangis terus, nanti kita bicarakan baik baik, ya!" pinta Wita dengan suara lembut.

 "Saya tidak tahu harus bilang apa sama Tiyas, Mbak! Kasihan Tiyas, dia pasti sangat menderita karena semua ini!" isak tangis Menik membuat suaranya serak dan terbata bata.

"Assalammualikum" suara pak andre dan Ihang  beriringan mengucap salam.

Menik menahan isak tangisnya, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, namun isak tangis itu masih terdengar begitu pilu.

Ihang mengambil posisi duduk di sudut ruangan. ia duduk bersila sembari membungkukkan punggungnya, ia membenamkan kepalanya. Sementara pak Andre langsung menuju kamarnya, tak lama berselang ia keluar dengan membawa sebuah buku catatan dan pulpen. Wita pun segera menghidangkan minuman dan makanan kecil yang sudah ia siapkan.

Setelah membaca doa kafaratul majelis, pak Andre membuka percakapan.

"Akhi Ihang, Saya ingin mendngar langsung dari Antum, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Ada hubungan apa Antum dengan Tiyas?" tanya Andre antusias.

Ihang menarik napas dalam, terlihat raut lelah di wajahnya. Ia memejamkan mata dan merapatkan bibirnya, tangan kirinya menarik narik batang hidungnya yang mancung dan kini mulai memerah.

Kemudian ia menuturkan tentang kisahnya bersama Tiyas, tentang kenangan yang pernah mereka jalani saat SMA dulu, tentang Dirga yang memintanya menjauhi Tiyas, tentang beasiswa dan pekerjaan Tiyas, tentang posisinya di perusahaan yang kini ia pimpin.

Menik menyimak dengan seksama setiap kata yang terlontar dari Ihang. 

"Ukhti Menik, maaf, saya tidak bermaksud merahasiakan apapun dari Ukhti, namun masalah Tiyas ini sangat menyita energi saya" ujarnya mengakhiri penuturan panjang lebar kisahnya bersama Tiyas.

Menik, tak sanggup berkata kata, air matanya kembali tumpah tatkala bayangan Tiyas kembali melintas dalam ingatannya.

"Tiyas, maafkan Aku" jeritnya dalam hati.

"Mas, Ihang maafkan saya, sepertinya rencana walimahan ini tidak bisa kita lanjutkan, Saya tidak akan menyakiti sahabat saya sendiri, apalagi yang tersakiti adalah Tiyas" ujar Menik berurai air mata. Mata indahnya kini memerah dan sembab.

Suasana pun menjadi hening, yang terdengar hanyalah isak tangis Menik yang tak mampu lagi terbendung. Ihang diam seribu bahasa, ia mengerti apa yang dirasakan Menik. jauh dilubuk hatinya, ia juga ingin menunda walimahan yang sudah direncanakan. Ihang sama sekali tidak menyangka kalau Tiyas akan bertindak sejauh itu.

"Kalau memang keputusan Ukhti sudah bulat untuk membatalkan rencana walimahan ini, saya tidak bisa mencegahnya, semua keputusan ada pada Anti" jawab Ihang berusaha untuk tetap tenang.

"Terimakasih, mas Ihang, atas pengertiannya, bisakah saya minta tolong antarkan saya menemui Tiyas, kita bertiga harus bicara, agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita" pinta Menik dengan suara tertahan.

udah baca ini Jakarta In Love part #5

Ihang mengernyitkan dahinya, sembari menarik napas panjang, ia bimbang untuk mengajak Menik menemui Tiyas setelah apa yang terjadi dengan Tiyas beberapa hari ini.

"Ukhti, biarkan saya dan Sadeq yang mengawasi Tiyas, saat ini sulit untuk mengajaknya bicara" pinta Ihang dengan hati hati.

"Saya ingin menemuinya, Mas, Tolong pertemukan Kami" timpal Menik memelas.

"Kalau Ukhti memang sangat ingin menemuinya, ikutlah denag saya dan Sadeq besok pagi, kita temui dia rumahnya" ujar Ihang sembari mengeluarkan handphone dan menghubungi sadeq.

"Terimakasih, Mas, besok saya tunggu di kosan" ujar Menik sembari menghapus air matanya.

"Saya Ikut" ujar pak Andre spontan

*

Pagi ini Tiyas tengah bersiap siap menunggu kedatangan Adit yang berjanji mejemputnya. Tiyas sudah berjanji bersedia menemani Adit balapan di Sirkuit Sentul. Tak lama menunggu sebuah Mobil ferrari merah berhenti tepat di depan rumah Tiyas. Segera Tiyas naik, setelah Adit keluar dan  membukakan pintu untuknya.

"Hai... sudah lama menunggu?" sapa Adit, 

"Baru kok, Mas" jawab Tiyas sembari melontarkan senyuman Tipis.

Adit membalas senyuman tipis itu dengan tatapan penuh pesona. Segera Adit membawa Tiyas bersamanya.

Tak lama Adit dan Tiyas berlalu, mobil Ihang mengikuti dari belakang. Menik tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.

"Tiyas, kenapa ini jalan yang kamu tempuh untuk melampiaskan sakit hatimu" bisiknya dalam hati. Menik membuang jauh tatapannya menembus kaca Mobil. Kenangan bersama Tiyas silih berganti bermunculan saat mereka bersama bersenda gurau, saat sama sama menghafal ayat ayat suci Alquraan, saat saling kroscek hafalan hadis, membuat hatinya perih, hingga meneteskan buliran bening dari matanya.

Mobil Ihang melaju dengan kecepatan tinggi  mengikuti mobil Adit dari belakang.

Di dalam mobil Adit, terlihat Tiyas tersenyum dan tersipu malu. Adit begitu ramah dan romantis, Bagaikan gadis yang sedang kasmaran, Tiyas hampir melupakan kemelut dihatinya. Ia menikmati celotehan Adit bagaikan sihir yang menghangatkan jiwanya.

Sesampainya di lokasi Sirkuit Sentul, Adit keluar dari mobil lalu bergegas membukakan pintu disisi Tiyas. Tiyas keluar dengan anggun lalu melangkah tepat di samping Adit.

"Kita sarapan dulu ya, Non" ujar Adit sambil mempersilakan Tiyas duduk di kursi. Kemudian ia memilih menu dan memesan untuk mereka berdua. Dari kejauhan terlihat Menik mendekat, kemudian menghampiri Tiyas.

"Assalammualaikum, Tiyas!" Sapa Menik mengejutkan Tiyas. Seketika Tiyas terperanjak dari duduknya. Ia sangat terkejut dengan kehadiran Menik, Ihang, Sadeq, dan pak Andre.

Bersambung

gambar: Pixabay







19 comments:

  1. Aku sangat nggak suka saat sedang asyik-asyiknya menikmati cerita eh sang penulis malah mencantumkan 'Bersambung'.

    Lanjutkan, Maaak ... Kunantikan part selanjutnya, ya. Typo errormu semakin kesini semakin berkurang. Cakeeeuuup ...

    ReplyDelete
  2. Tyas kebangeten deh kalau mendukung penggagalan walimahannya si Menik. Kalian kan sahabat baik, wkwkwk..kok saya yang baperan. Menik aja sabar-sabar bae ya ,mbak

    ReplyDelete
  3. saya kelewat beberapa part ini...
    makin penasaran sama lanjutannya, semoga Menik & Tyas bisa kembali jadi teman seperti dulu.

    ReplyDelete
  4. Waaaah ... ketinggalan part sebelumnya, nih. Seru, Mak. Lanjuuuut....

    ReplyDelete
  5. Akhirnya yanh ditungguin ada juga kelanjutannya. Jadinya batal walimahan. Akankah ihang jadi sama tiyas? Tapi tiyasya lagi kasmaran sama adit. Gimana yah kelanjutan sesudah kepergok gini

    ReplyDelete
  6. Ditunggu sambungannya bikin penasaran ahayyyy

    ReplyDelete
  7. lagi asik-asiknya baca, ada tulisan BERSAMBUNG, serasa pengen makan mie ayam #eh hahahaha kagak nyambung yak

    ReplyDelete
  8. Kenapa sih harus bersambung? Baiklah, ambil hikmahnya aja. Asyiaaapppp menunggu sambungan sambil makan canai...

    ReplyDelete
  9. Makin kece aja nih mba narti. Tulisannya luwes kalau menurut saya...Lanjutkannnn

    ReplyDelete
  10. Penasaran nih mbak, bagaimana akhir ceritanya. Aku sampek buka dari awal biar nyambung bacanya. Lama nggak ikutan BW sih, jadi ketinggalan cerita sebagus ini. Ditunggu lanjutannya ya mbak. Semoga segera nih. Hehehe

    ReplyDelete
  11. Woo... mulai ada titik cerah dari Menik dan Tyas nih... hayuk mba lanjutkeen!

    ReplyDelete
  12. Nunggu hari senin lagi ya, gimana kalo pake telepati...bisa enggak...lanjutannya gimanaaaaa...gemes deh

    ReplyDelete
  13. Hihi masih menggantung nih...ditunggu smbungnnya y mb. Tmbh penasaran euyy...��

    ReplyDelete
  14. Akhirnya mengulang ke beberap part yg nggak sempat baca.
    Soalnya asyik bin penasaran. ��

    ReplyDelete
  15. bentar lagi udah bisa jadi novel, nih. sayangnya saya terlewat beberapa episode, nanti cari part sebelumnya ahhh

    ReplyDelete
  16. Sumpahhhhhhhh,,, baper banget dah bacanyaaa! Aku gak pengen ini cuma sekedar cerpen! Lanjutkan ya mak....
    Kesel pas asik2 baca ada tulisan bersambungnya ��

    ReplyDelete
  17. Senengane dadak bersambung lho, bikin penisirin aja, wkwkwkwk. Btw, aku mulai nebak-nebak ending-nya nih, hehe. Tapi rahasia aja.

    ReplyDelete
  18. numpang share ya min ^^
    buat kamu yang lagi bosan dan ingin mengisi waktu luang dengan menambah penghasilan yuk gabung di di situs kami www.fanspoker.com
    kesempatan menang lebih besar yakin ngak nyesel deh ^^,di tunggu ya.
    || bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    ReplyDelete