Alisya Part 1





Namku Alisya, setiap sore aku selalu bermain di pantai ini. Menikmati senja sembari menyaksikan matahari tenggelam. Ada pilu setiap melihat lentera dunia itu terbenam, ada rindu menggelitik yang menyesakkan dada. Ayah, bunda, mengapa aku di sini? 

Ah, sudahlah, pertanyaan itu hanya menambah jeri.  Aku bahagia bersama Pakde dan Bude di desa ini. Walau aku hanya keponakan tapi mereka tidak pernah membedakan aku dengan Mas Wahyu. Bahkan Mas Wahyu juga sangat menyayangiku. Ia lebih perduli dari pada Mas Rendy kakak kandungku sendiri. 

Setelah bola Jingga itu tenggelam, aku berjalan meninggalkan pantai. Belum jauh aku berjalan mataku menangkap dua sosok bule berkacamata hitam, celana seponggol dan memakai kaus putih, berjalan mendekatiku. Ah, bukan mendekatiku, tapi sepertinya kami akan berpapasan. 

Lewat. Semua berlalu tanpa kesan. IQ ku tidak cukup tinggi untuk menemukan cara agar bisa berkenalan dengan mereka, meskipun aku ingin. Kumainkan pasir pantai sambil berjalan, kakiku kreatif membentuk jejak kaki bervariasi mengikuti arahku. 

"Alisya ...." Suara Mas Wahyu terdengar dari salah satu prahu yang berjejer rapi di pantai. Aku menoleh, lalu setengah berlari mendekat. 

"Mas Wahyu mau ke laut?" Tanyaku sedikit berteriak. 

"Iya, Kamu ngapain sesore ini masih di pantai? Ayo Mas antar pulang!" Mas Wahyu berjalan mendekatiku.

"Mas, aku bisa pulang sendiri, Mas Wahyu melaut saja." 

"Tapi kamu janji, ya, langsung pulang ke rumah!"

"Siap, Komandan" 
  
Jawabku meledek, Mas Wahyu menarik hidungku, dia selalu begitu, paling suka narik hidungku. Mas Wahyu berjalan membelakangiku bersiap melaut, bergegas aku melangkah pulang. 

Kakiku terhenti saat melihat mobil Pajero hitam parkir di depan rumah pakde.  Ayah, sedang apa dia ke sini. Biasanya aku yang disuruh ke Jakarta mengunjungi mereka. 

"Assalammualaikum," ucapku memasuki rumah, segera aku menyalami Ayah dan mencium tangannya. 

"Alisya, darimana kamu malam malam begini?" Tanya ayah membuka percakapan. 

"Dari pantai. Ica masuk dulu, Yah, mau mandi," ujarku sembari berlalu. 

"Icaaa, sini dulu, Nduk, Ayahmu kan baru sampai, ngobrol dulu!" 

"Tapi Ica mau mandi dulu, Pakde, bau." aku tak menghiraukan permintaan pakde, buru buru aku masuk kamar dan menutup pintu. Mataku berkaca-kaca, tenggorokanku kering dan perih. Kudekap boneka twiti kesayanganku. Setetes air  jatuh dari kelopak mata, dadaku terasa berat seperti dihimpit batu besar. 

Jangan tanya mengapa aku nenangis, sebab aku tak tahu jawabannya. Setiap kali bertemu ayah dan bunda, dadaku terasa sesak, seperti ada badai yang bergerumuh dan ingin keluar menghantam tenggorokan, mata, dan hidungku. 

Ah, sudahlah. Aku harus segera mandi agar bisa menemani ayah ngobrol. Kuambil handuk yang tergantung di pintu lalu keluar menuju belakang. 

Setelah mandi buru buru aku kembali ke ruang depan tapi sepi, tidak ada pakde dan ayah. Kemana mereka semua? 

Kulangkahkan kaki keluar rumah, mencari tahu keberadaan mereka, tapi nihil, bahkan pajero hitam itu pun sudah tidak ada. Aku duduk di lantai teras,  mataku jauh menembus langit hitam. Sepertinya aku harus menelan kenyataan pahit, ayah ke sini bukan untukku tapi urusan lain. Ah, sudahlah. Mungkin aku tak punya arti apa apa dalam hidupnya. Benar kata teman-teman, aku anak yang tidak diharapkan. 

"Ca, kok bengong di luar sendirian? Pakdemu mana?" Suara bude mengejutkannku, entah darimana bude datang, tiba tiba sudah ada di depanku.

"Eh, anu Bude, tadi ayah datang."

"Lah terus, sekarang kemana?"

"Nggak tahu bude, waktu Ica selesai mandi ayah dan pakde udah nggak ada." kembali tenghorokanku terasa kering, mataku terasa menghangat. Bude mendekat dan memelukku erat. Buliran itu kini tumpah deras membasahi pundak bude

Baca lanjutan yuk Alisya Part2

2 comments:

  1. Mantul banget tulisannya kak. Kereeen!

    Kalo sempat bisa krisan punya saya ya kak. (Cerpen) Biduan by Alister N

    ReplyDelete
  2. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete