Jakarta In Love Part #13 (Terakhir)


Jangan Pernah Berpaling Dariku


Malam ini udara terasa dingin. Aku dan ibu menusuri jalan menuju rumah Mas Wahyu. temaram lampu jalanan membuat jarak pandangku sangat terbatas. Sekitar sepuluh menit berjalan, kami sampai juga di kediaman Mas Wahyu.

"Assalammualaikum"
"Waalaikum salam. Bu Ratmi. Silakan masuk!"
"terimakasih Nak Wahyu. oh iya ini Tiyas putri ibu"
"hai, Tiyas. udah lama banget ya, kita nggak ketemu. terakhir ketemu waktu kamu SMP ya?"
"Iya Mas. Oh iya, kata ibu, Mas Wahyu butuh pegawai administrasi?"
"Iya, Yas. Buat ngurusin pembukan agar rapi dan juga untuk mengurus surat menyurat kelengkapan berkas untuk penjualan hasil panen. Karena rencananya kita juga akan ekspor hasil panen keluar negeri."
"wah, jika Mas Wahyu tidak keberatan dengan senag hati saya mau bergabung membangun desa ini"
"Alhamdulillah, kapan kamu bisa mulai kerja?"
"Nanti Tiyas kabari ya, Mas. Soalnya Saya harus kembali ke Jakarta dulu. Mengantar surat pengunduran diri."
"Oke. jika Kamu sudah siap, segera hubungi saya, ya"

Tanpa berlama lama, Aku dan ibu pamit dari rumah Mas Wahyu. Rasanya aku sudah tidak sabar untuk kembali ke Jakarta, menyerahkan surat pegundur diri.

***
Tiyas kembali ke Jakarta lebih awal dari yang direncanakan. Ia langsung ke kantor untuk menyerahakan surat pengunduran diri, sekaligus berpamitan.

"Saya tidak akan menahan kamu jika ingin resign. Tapi beri alasan yang tepat."
"Begini, Pak. di kampung sedang dibutuhkan seorang administrasi untuk mengurus surat menyurat koprasi. Jadi saya juga ingin mendedikasikan hidup saya untuk membangun desa."
"Desa Kamu dimana?"
"DI Jokjakarta namanya desa sukatani."
"Baiklah kalau memang keputusanmu sudah bulat. Kamu boleh resign."
"Makasih, Pak. Saya mohon pamit, saya kembali ke ruang HRD."

Tiyas segera meninggalkan ruangan Adit. Adit menatapnya tersenyum. Segera ia merapikan meja kerjanya, lalu keluar menuju mobilnya. Sedangkan Tiyas kembali ke kontrakannya, mengemasi semua barang barangnya. Hari itu juga, ia kembali ke desa.

***

Pagi ini mentari bersinar cerah. kupu kupu menari nari mengiringi langkah kaki tiyas menuju kantor barunya. Ia disambut oleh rekan rekannya yang sudah lebih dulu bergabung. Tiyas duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya. jemarinya mulai sibuk membuka file yang ada di komputer. serta tumpukan kertas di mejanya. Wahyu keluar dari ruangannya bersama seorang pria gagah penuh karisma.

"Assalammualaikum. Tiyas! ini ada Pad Adit datang dari Jakarta. Beliau ingin menjadi salah satu investor kita." ujar Wahyu sembari mendekati Tiyas.
"Pak Adit!" mata tiyas terbelalak melihat kehadiran Adit. Sebuah senyuman genit tersungging dipipinya, membuat Tiyas salah tingkah.
"Hai, Nona, kita ketemu lagi?" ujar Adit sambil menaikkan alis matanya.
"Owh, sudah saling kenal ternyata" tanya Wahyu sambil melirik ke arah tiyas dan Adit.
"ini karyawan saya yang baru saja mengundurkan diri" jawab Adit. matanya tak lepas dari mengawasi Tiyas.
"Oke terimakasih, Pak Wahyu. Nanti asisten saya akan segera menghubungi."

Keduanya berjabat tangan. Sementara Tiyas masih tak beranjak dari posisinya. Rasa di hatinya bercampur aduk. Namun segera ia tepis rasa aneh itu sekuat tenaga dan berusaha konsentrasi pada pekerjaan. Seiring berlalunya Adit dari hadapannya, Tiyas tampak mulai tenang dan lupa pada Adit. hingga jam pulangpun tiba.

Saat hendak masukke rumah, Tiyas terbelalak melihat sepatu pantofel di teras. Segera ia mengambil kuda kuda menjauh dari rumah. Namun, Ibuk sudah mengetahui kehadirannya.

"Tiyas, masuk, Ndok! Ini ada Den Adit." berlahan Tiyas berbalik, lalu masuk ke rumah. Matanya melirik tajam pada Pria yang tengah ngobrol bersama bapak.
 "Tiyas, Den Adit udah nungguin kamu sejak tadi. katanya mau ngajak kamu lihat lihat desa."  ujar bapak yang bingung dengan sikap Tiyas yang terlihat jutek.
"Sebentar, Pak. Tiyas mau mandi dulu."

Adit tersenyum melihat wajah Tiyas yang memerah. Setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya Tiyas keluar dari kamar. Seolah tidak ingin membuang waktu lagi, Adit segera berdiri menyambut gadis berhidung bangir. Setelah berpamitan pada Ibu dan Bapak, Tiyas dan Adit beranjak menggunakan mobil yang di parkir di tanah lapang di samping rumah Tiyas.

Suasana hening. Tiyas memalingkan wajahnya ke samping. Adit tersenyum tipis.

"Kita ke mana?" tanya Adit. Tiyas cuma mengangkat bahu. Adit memarkirkan mobilnya di tepi tebing, di atas sebuah lembah persawahan. Tampak hamparan hijau membentang indah. suasana senja yang menjingga membuat suasana menjadi romantis.

Adit ke luar dari mobil lalu berdiri menyandar pada sebuah pohon rindang tepat didepan mobil. Tias bergeming. Adit memandangnya. Mata elang itu seolah menjadi magnet bagi tiyas. Tak lama Tiyas keluar dari mobil dan mendekati Adit.

"Masih marah?" tanya adit sambil melirik Tiyas. Hening. Tiyas membuang pandangannya kesamping menatap kerikil kecil yang bertebaran di tanah. Bibir mungilnya mengecil dan menipis. Sebel. Itulah kata yang tepat untuk melukiskan mimik wajahnya.

"Dek, udah donk marahnya! Mau sampai kapan kita begini terus?"
"Mas Adit sadar gak sih, betapa takutnya Tiyas saat itu?"
"Saat itu aku berada dalam pengaruh obat. Aku kira itu halusinasiku. Kamu datang saat kondisi hatiku benar benar kacau."
"Mas Adit jahat" rajuk Tiyas. kini posisinya membelakangi Adit.
"Dek..." ujar Adit dengan suara lembut, jemarinya menarik kecil ujung baju lengan Tiyas. segera Tiyas menepisnya.
"Idih, pegang pegang. Bukan muhrim!" Tiyas menjauhi Adit selangkah.
"Cuma pegang baju doang, masa gak boleh?"
"Gak boleh. Haram!" timpal Tiyas jutek.
"Gimana kalau kita halalkan saja?" bisik Adit ke telinga Tiyas. Sekejap jantung Tiyas berdetak dengan cepat, ia berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona. 
"Apaan sih Mas Adit, gak jelas!" sekuat tenaga Tiyas melawan rasa yang menggetarkan hatinya.
"Ica dan dan srikandi srikandi Mas Adit itu mau dikemanain?"
"Aku sudah menjauhi dunia itu, urusanku dengan mereka sudah selesai. Sekarang yang kumau cuma kamu. Aku ingin kamu yang menemaniku hingga ajal menjemput."

"Tapi, Mas. Tiyas takut mami tidak setuju"
"Dek, Mami itu sangat sayang sama kamu. Dia pernah nanya keadaan kamu pada Dirga. itu tandanya dia peduli sama kamu. Mami pasti senang bertemu kamu." Tiyas terdiam. jauh dilubuk hatinya, ia pun sangat rindu pada mami. baginya ibuk dan mami adalah dua wanita yang sangat ia sayangi.
"Tiyas, Aku sayang kamu" bisik Adit lembut ketelinga Tiyas. Jarak antara dua insan yang sedang dipermainkan perasaannya itu sangat dekat. Tiyas menoleh perlahan menatap Adit. Kini dua mata indah itu saling beradu, namun segera berakhir saat sang dara menunduk.
"Balik, yuk. bahaya nih kalo kelamaan di sini." ujar Adit sambil memijat kepalanya yang terasa berdenyut. Tiyas mengulum senyumnya dan mengangguk. Adit berjalan ke mobil dan membuka pintu untuk Tiyas.

***

Hari ini adalah hari bahagia Tiyas dan Adit. kini keduanya telah terikat dalam ikatan pernikahan. Ihang dan menik turut hadir dalam acara tesebut, begitupun Dirga dan Andin. kedua pasangan suami istri itu seolah turut merasakan kebahagian sang pengantin. Mereka menggenggam pasangannya masing, seolah menguatkan cinta antara mereka.

Acara berlangsung di desa Tiyas. keluarga dan sahabat tak henti hentinya memberi ucapan selamat. Setelah hari mulai gelap sang pengantin beristirahat di kamar yang di hiasi bunga melati. harumnya menebar keseluruh sudut ruangan. Setelah saling merayu, keduanya terlelap dalam mimpi yang indah. Esok, kota Paris telah menanti kehadiran dua insan yang sedang kasamaran ini untuk memadu kasih.

~Tamat~

Baca juga : jakarta-in-love-part-1
Baca juga : jakarta-in-love-part-2 
Baca juga : jakarta-in-love-part-3
Baca juga : jakarta-in-love-part-4
Baca juga  : jakarta-in-love-part-5
Baca juga  : jakarta-in-lova-part-6
Baca juga  ; jakarta-in-love-part7
Baca juga  : jakarta-in-love-part-8
Baca juga  : jakarta-in-love-part9
Baca Juga  : jakarta-in-love-part-10
Baca juga  : jakarta-in-love-part-11
Baca juga  : jakarta-in-love-part12

Alhamdulillah, Akhirnya selesai juga cerbung ini. Terimakasih pada pembaca yang sudah setia mengikuti karya perdana saya. maapken jika banyak kekurangan di sana sini, semoga lain waktu bisa berkarya lebih baik lagi.

sumber gambar :  73photoworks


14 comments:

  1. Alhamdulillah ... Akhirnya Tiyas menemukan juga bahu tempat bersandar yang halal, uhuy! Good job, Mak. Ceritanya bagus. Masukan dari aku sih mesti lebih disiplin dengan membaca ulang untuk meminimalkan typo error di sana-sini. Jadi, siap ya buat buku solonya? Hihihi ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, kelar juga ya mak. Uya nih, typoku kebangetan. Kudu hati hati banget nih. Hehe... Makasih ya mak, udah setia nhikutin cerbung ku ini. Semoga nivelnya bisa segera terbit.

      Delete
  2. Waaah tebakanku salah, ternyata jadinya sama Adit... Sik asik ihiyy honeymoon ke Paris.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...
      Makasih ya mbak udah ngikutin cerbung saya.

      Delete
  3. Alhamdulillah..akhirnya Adit dan Tyas...aku penginnya ini endingnya hahah
    Makasih sudah menuliskan Cerbung yang kereeen ini Mbak
    Ditunggu karya ketje lainnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Happy anding ya mbak. Walau muter mutet dulu. Makasih banyakvya mbak dian atas suportnya. Semoga karya berikutnya bisa lebih baik.

      Delete
  4. waaah selesai juga. Sebelumnya mau nebak-nebak kayaknya Tyas ke Mas Wahyu aja tapi akhirnya yee Happy ending for Tyas and Adit. Keren Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak, udah ngikutin ceritanya. Semoga bisa segera terbit jadi buku novel

      Delete
  5. Emak-emak kalau baca cerbung maunya happy ending... tx ya mbak...

    ReplyDelete
  6. Waaaaah ternyata Tiyas sama Adit. Uhui suit suit. Ketika bilang dihalalkan bikin aku senyum senyum sendiri, berasa kembali ke ABG wkwk. Senengnya hanimun ke Paris :D Btw, sarannya cuma typo doang mbak hehe. Tapi cerbungnya keren. Segera diterbitkan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, atas suportnya. doakan semoga novelnya cepat terbit ya

      Delete
  7. Alhamdulillah nggak kelewat baca seri terakhirnya. Akhirnya heppi ending, saya suka saya suka.

    ReplyDelete
  8. Numpang promo ya Admin^^
    ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat
    ayo segera bergabung dengan kami di ionqq^^com
    add Whatshapp : +85515373217 || ditunggu ya^^

    ReplyDelete