gambar semarak



Dari awal pengenalannya pada maret 2019 Kartu pra kerja sudah ditunggu banyak masyarakat untuk di realisasikan. Digadang sebagai solusi untuk mengurangi pengangguran di Indonesia itulah penyebab ditunggu nya Kartu Pra Kerja yang di janjikan Jokowi dalam masa kampanyenya maret lalu. Setelah terpilih sebagai Presiden kembali, nampaknya Jokowi serius untuk mengimplementasikan janji janji kampanye nya.Namun sebenarnya Kartu Pra Kerja kapan Keluar?

Setelah kurang lebih 3 bulan menjabat menjadi presiden di periode 2019 – 2024 Jokowi sudah memberi titik terang kapan mulai di bagikannya kartu pra kerja. Adapun total anggarannya mencapai Rp 10 triliun. Pemerintah juga akan membuat mekanisme bagaimana melakukan tracking dan memberikan pelatihan kepada lembaga pelatihan. Pemerintah juga akan membuat mekanisme bagaimana melakukan tracking dan memberikan pelatihan kepada lembaga pelatihan.

Pemerintah juga akan menerapkan system online dalam pemanfaatan kartu pra kerja.
Dengan sistem online ini sebetulnya kita juga mencoba menyusun berbasis kepada kuota, sehingga bagi yang mendaftar di kota besar maupun kota kecil kesempatan untuk mendaftarnya sama sama.

Dana yang cukup besar tadi sebenarnya disiapkan untuk pelatihan yang sifatnya terbuka. Karena berencana untuk melakukan training dalam berbagai bidang tentunya standar bujet yang diberikan terhadap pemegang kartu pra kerja berbeda beda. Contoh nya training progamer yang memakan waktu 6 bulan tidak semahal training barista yang mungkin hanya memerlukan waktu 2 bulan.

Dan nantinya pelaksanaan kartu pra kerja ini akan di buat semacam Project management office (PMO) dibawah koordinasi kemenko perekonomian. Oleh karena itu pemerintah akan mempersiapkan Peraturan presiden atau Perores untuk PMO, Peraturan presiden untuk pelaksanaan ini, untuk penerima manfaat serta kriteria siapa yang berhak mendapat kan Kartu pra Kerja.

Ditemui di lingkungan istana Presiden pada 10 Desember kemarin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Kartu Pra Kerja yang menjadi salah satu program utama Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan diluncurkan secara nasional pada Agustus 2020.

"Pada Februari 2020 ada penjelasan publik dalam bentuk 'website', Maret dan awal April 2020 ada uji coba di 2 kota rencananya di Jakarta dan Bandung basisnya aplikasi lalu pada April-Agustus 2020 perluasan implementasi di berbagai kota dan "launching nation wide" bulan Agustus,"
Pada Desember 2019, pemerintah rencananya akan menyelesaikan peraturan presiden (Perpres) mengenai Kartu Pra Kerja. selanjutnya pada Januari 2020 direncanakan penyelesaian Project Management Office (PMO) atau organisasi yang menentukan dan menjaga standar dalam manajemen proyek Kartu Pra Kerja.
Airlangga menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri tiga rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri kabinet Indonesia Maju. Ratas-ratas tersebut adalah "Akselerasi, Implementasi Program Siap Kerja dan Perlindungan Sosial", "Akselerasi Penguatan Ekonomi di Sektor Pertanian dan Perikanan" dan "Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur".
Setelah mendengar keseriusan pemerintah terhadap Kartu Prakerja ini diharapkan kedepannya jumlah pengangguran di Indonesia akan berkurang secara signifikan. Dan pengaplikasian manfaat dari Kartu pra kerja tidak disalah gunakan oleh beberapa pihak karena hingga saat ini mayoritas masyarakat Indonesia kekurangan soft skill dimana membuat susahnya untuk mendapatkan pekerjaan di era modern seperti ini. Pada kenyataanya standar industry yang berkembang harusnya di barengi dengan SDM yang juga berkembang. Tentunya Langkah Presiden RI 7 ini harus di dukung serta di kawal agar tujuan akhir untuk mengurangi pengangguran di Indonesia tercapai dan Indonesia menjadi salah satu negara maju tidak kalah dengan Singapore yang penduduknya hanya 5jt jiwa sangat berbandik jauh jika di bandingkan dengan masyarakat Indonesia yang berjumlah 269 juta jiwa per April 2019 kemarin. https://www.cekaja.com/info/kartu-pra-kerja-siap-di-rilis-anggarannya-sampai-rp10-triliun/



View Post

gambar pixabay

Jurusan Ilmu Politik terkenal sebagai salah satu jurusan yang mencetak lulusan dengan gaji yang fantastis. Tidak heran jika banyak anak muda yang memilih untuk mengambil kuliah jurusan Ilmu Politik. Penasaran berapa jumlah gaji pekerjaan lulusan Ilmu Politik? Simaklah ulasan dari kami berikut ini.

1.  Politisi

Tentu saja seorang lulusan Ilmu Politik diharapkan untuk terjun menjadi seorang politisi. Politisi merupakan seseorang yang terlibat dalam politik dan termasuk figur politik yang ikut serta dalam pemerintahan. Seorang politikus harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang memihak kepentingan politik serta membuat undang-undang yang dapat menjamin legalnya keadilan sosial dan keteraturan hidup bermasyarakat. Gaji seorang Politisi mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 45 juta.

2.  Anggota Dewan

Bukan hal asing lagi bila anggota dewan itu kebanyakan berasal dari lulusan Ilmu Politik, karena itu memang ranah mereka. Anggota dewan secara langsung terlibat dalam kegiatan politik dalam kesehariannya. Banyak kebijakan yang langsung berkenaan dengan kegiatan politik dan sebagainya. Gaji seorang Anggota Dewan mulai dari Rp 60 juta.

3.  Peneliti

Tidak akan ada gebrakan baru dalam ilmu pengetahuan jika tidak ada peran dari seorang peneliti. Bidang Ilmu Politik adalah salah satunya. Jika Anda ingin berkontribusi dalam pengembangan Ilmu Politik, Anda bisa menjadi seorang peneliti. Banyak kajian politik yang harus diteliti dan membutuhkan pembaharuan sesuai dengan dinamika politik yang terjadi di Indonesia sehingga perkembangan sistem politik dapat berjalan dengan baik. Gaji seorang Peneliti mulai dari Rp 3 juta.

4.  Wartawan

Jika passion Anda adalah menulis atau membuat karya jurnalistik, Anda bisa mencoba menjadi wartawan yang aktif memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan Ilmu Politik baik itu untuk media cetak maupun media online. Gaji seorang Wartawan mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 15 juta.

5.  Dosen

Tertarik untuk bergerak di bidang akademik? Menjadi seorang dosen mungkin akan menjadi hal yang cocok untuk Anda. Hampir setiap instansi pendidikan membuka jurusan politik sebagai salah satu program studi bagi calon peserta didik sehingga peluang kerja di bidang pendidikan cukup luas dengan jenjang karir yang menjanjikan serta gaji yang cukup tinggi.

6.  Governance Relation Officer

Apakah Anda baru mendengar istilah Governance Relation Officer? Governance Relation Officer merupakan suatu pekerjaan yang menangani masalah hubungan perusahaan dengan pemerintah dan lembaga legislatif yang mana dalam hal ini membutuhkan keahlian khusus untuk mencapai hasil yang positif sehingga dapat diterima oleh publik melalui perencanaan pemerintah. Lulusan Ilmu Politik disini diminta untuk menggali informasi dari pemerintah, memonitoring dan interpretasi langkah pemerintah, menyampaikan feedback perusahaan atas berbagai kebijakan pemerintah serta mendukung pemasaran. Gaji seorang Governance Relation Officer mulai dari Rp 9 juta hingga Rp 11 juta.

7.  Aktivis Sosial

Organisasi nirlaba juga membutuhkan ahli politik untuk mengisi posisi yang berkaitan dengan bidang politik pada salah satu kelembagaannya sehingga pekerjaan ini dapat dijadikan sebagai peluang kerja yang baik bagi lulusan jurusan ilmu politik. Gaji seorang Aktivis Sosial mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 10 juta.

8.  Staf Diplomatik

Ingin bekerja di luar negeri? Anda bisa mencoba menjadi Staf Diplomatik. Tugas dari Staf Diplomatik sendiri adalah membina hubungan politik dengan negara lain, mengadakan perundingan masalah-masalah yang dihadapi kedua negara itu dan berusaha untuk menyelesaikannya serta mengurus kepentingan negara serta warga negaranya di negara lain. Gaji seorang Staf Diplomatik mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 7 juta.

Kesimpulan

Lulusan Ilmu Politik memiliki prospek karir yang cerah dengan gaji mulai dari Rp 1 jutaan hingga Rp 60 juta. Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih
lanjut seputar jurusan Ilmu Politik, Anda bisa juga mengunjungi artikel CekAja.com di

View Post
foto pixabay

Lulusan sastra inggris kerja apa? Pasti itu yang jadi benak pikiran para siswi atau siswa yang baru lulus sma yang ragu untuk memilih jurusan sastra inggris. Selain calon mahasiswa yang masih ragu untuk memilih jurusan sastra inggris karena peluang pekerjaanya, tak sedikit juga para lulusan mahasiswa jurusan sastra inggris yang masih bingung peluang pekerjaan apa saja yang sebetulnya bisa dicoba dan mungkin cocok untuk kamu. Kali ini kami akan membahas 8 pekerjaan yang cocok untuk kamu sebagai mahasiswa lulusan Sastra inggris, dan tentunya ini bisa menjadi refrensi juga bagi para lulusan sma yang mau meneruskan kuliah dengan jurusan Sastra inggris.

Berikut 8 Pekerjaan yang Cocok untuk kamu lulusan Sastra inggris :

1. Public Relations

Lulusan Sastra Inggris yang senang berinteraksi dengan orang lain, banyak yang bisa menjadi public relations nyatanya. Core atau ini dari pekerjaan ini sebearnya memiliki tujuan untuk mendapatkan persamaan pemahaman dan dukungan untuk klien nya, serta membantu klien untuk mempengaruhi opini public agar brand atau produk yang klien jual mendapat opini positif dari masyarakat luas. Nah jadi meski kamu kuliah di jurusan sastra inggris kamu juga tentunya berkesampatan berkarir di bida public relations ini.

2. Pramugari / Pramugara

Lulusan Sastra inggris juga bisa menjadi seorang pramugar. Tak sedikit mahasiswa lulusan sastra inggris memilih untuk berkarir sebagai pramugari atau pramugara. Karena modal awal dalam fasih berbahasa inggris tentunya sudah dikantongi jika kamu lulusan sastra inggris. Modal kamu jago berbahasa inggris tadi bisa menjadi poin plus ketika mendaftarkan diri sebagai pramugara atau pramugari suatu maskapai.

3. Staf Diplomatik

Kamu pasti mengira untuk bekerja dikedutaan besar harus mahasiswa lulusan internasional. Padahal jangan salah jurusan sastra inggris juga bisa bekerja untuk kedutaan besar sebagai tenaga pengajar disana, translator atapun penerjemah di kedutaan tersebut. Dan sudah banyak kok lulusan sastra inggris yang bekerja dikedutaan.

4. Pemandu Wisata/Tour Guide

Untuk kamu lulusan sastra inggris yang mempunyai hobi travelling keliling Indonesia, Kamu bisa banget menjadi tour guide untuk para wisatawan asing yang sedang berlibur ke Indonesia. Karena banyak wisatawan asing yang membutuhkan guide selama berlibur di Indonesia tentunya membuat tour guide adalah peluang yang besar untuk kamu lulusan sastra inggris untuk “Sambil menyelam minum air” Sambil bekerja, sambil berlibur ke destinasi top yang ada di Indonesia.

5. Ahli Bahasa

Berprofesi sebagai ahli bahasa adalah kesempatan pekerjaan untuk para lulusan sastra inggris, terutama untuk mahasiswa yang sewaktu kuliah memilih penjurusan linguistic. Tugas sebagai ahli bahasa di antaranya pembentukan logika kata di dalam Bahasa inggris dan meneliti interaksi unsur bahasa, hingga meneliti korelasi anatara keberhubungan antara satu Bahasa dengan Bahasa lain.

6. Penerjemah

Untuk lulusan sastra inggris tentunya fasih dalam menerjemah dari Bahasa Indonesia kebahasa inggris. Tentunya penerjemah adalah salah satu profesi mainstream bagi lulusan sastra inggris yang juga peluang nya besar, karena di era modern seperti ini sangat banyak dibutuhkan tenaga penerjemah.

7. Pengajar

Lulusan Sastra inggris yang sudah dipastikan fasih berbahasa inggris tentunya sudah faham dengan pondasi dalam berbahasa inggris. Mulai dari pemilihan kata hingga gaya bahasanya. Nah tentunya semua hal yang kamu sudah pelajari selama kuliah bisa kamu terapkan sebagai tenaga pengajar. Bisa menjadi pengajar untuk sekolah dasar hingga kamu bisa menjadi dosen jika meneruskan kuliah hingga S2 sastra inggris.

8. Editor / Penyuntin Bahasa

berkembangnya industri media cetak dan digital yang sangat masih tentunya berbanding lurus dengan kebutuhan akan penulis dan editor juga kian bertambah setiap waktu. Dan banyak sekali naskah terjemahan dari penulis berbahasa inggris yang perlu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Entah hanya sekedar novel, hingga buku pelajran berbagai bidang. Nah tentunya ini menjadi peluang kamu para lulusan sastra inggris untuk bekerja sebagai editor Bahasa.
Nah itu tadi 8 Profesi pekerjaan yang cocok untuk kamu yang lulusan sastra inggris tentunya masih banyak lagi peluang yang bisa kamu dapat jika kamu lulusan Sastra inggris. Jadi untuk kamu yang memang senang Dengan Bahasa inggris jangan ragu untuk memilih jurusan sastra inggris karena takut peluang kerjanya sedikit yaa. Dan untuk kamu yang sudah lulus tinggal pilih beberapa rekomendasi profesi yang mungkin cocok untuk kamu. https://www.cekaja.com/info/peluang-kerja-menjanjikan-buat-lulusan-sastra-inggris-kepoin-yuk/


View Post

Ilustrasi kartu pra kerja (Ngopibareng)

Realita mencari pekerjaan di Indonesia memang bukan perkara mudah belakangan ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai harus menjanjikan adanya sebuah kartu sakti untuk para pengangguran. Dalamrangkaian kampanye pemilihan presiden 2019, Maret lalu, Jokowi berjanji akan menerbitkan Kartu Pra Kerja apabila dirinya kembali terpilih dalam Pemilihan Umum.
Setelah terpilih Jokowi pun mulai menimplementasikan janji kampanyenya untuk mengeluarkan kartu Pra Kerja Namun tunjangan kartu pra kerja sebenarnya untuk siapa?

Bila mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pengangguran memang sudah berkurang signifikan. Per Agustus 2018 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat hanya sebesar 5,34%, jauh lebih kecil ketimbang posisi per Agustus 2005 yang sebesar 11,24%. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara, tingkat pengangguran Indonesia yang sebesar 5,34% merupakan yang paling besar. Secara umum, kondisi tersebut mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja Indonesia yang masih tertinggal.

Salah satu penyebabnya dari tingginya tingkat pengangguran di Indonesia adalah pendidikan di Indonesia yang kurang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Dimana Di era Modern dan industry 4.0 pendidikan Indonesia hanya monoton mengajarkan hal hal yang tidak pernah dibutuhkan di realita kehidupan. Buktinya sepanjang tahun 2016-2017, jumlah orang yang keluar dari pekerjaan karena alasan kemampuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan meningkat hingga 90,2% atau hampir dua kali lipat dari tahun 2015.

Kedua fakta tadi mengkonfirmasi bahwa perlu adanya peningkatan di sector kualitas tenaga kerja di Indonesia. Lalu hadirlah sebuah Solusi yang coba di tawarkan oleh Jokowi untuk memberikan kartu Pra Kerja. Namun sebenarnya apasih kartu pra kerja itu sendiri?

Kartu Pra Kerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Selain memberdayakan, kartu tersebut juga dinyatakan dapat menanggulangi kemiskinan. Kartu tersebut juga dinilai efektif untuk menghadaoi industry 4.0. Kartu pra-kerja awalnya direncanakan akan diluncurkan pada Januari 2020, tapi karena masalah implementasi teknis maka peluncurannya diundur hingga Agustus 2020.

Lalu sebenarnya siapa saja yang berhak mendapatkan kartu pra kerja serta mendapatkan tunjangan serta kursus keterampilan secara gratis tersebut? Kategori mereka yang bisa mendapatkan Kartu Pra Kerja apabila dalam kondisi sebagai berikut:
·         Baru lulus kuliah (fresh graduate)
·         Masih bekerja/pekerja yang ingin pindah profesi
·         Korban PHK atau rencana PHK
Sementara itu, persyaratan khusus untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja ini adalah:
·         Warga Negara Indonesia (WNI)
·         Usia di atas 18 tahun
Pemegang Kartu Pra Kerja Bisa Pilih Pelatihan di Go-Jek dan Tokopedia
Tertulis dalam Buku Nota II Keuangan RAPBN 2020 Para pemegang kartu pra kerja ini nantinya bisa mendapat fasilitah berupa pelatihan untuk meninggkat kan skill, dan terbagi menjadi 2 jalur :
. Kartu Pra Kerja akses Reguler
Akses reguler yaitu pemberian pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja pada pencari kerja melalui:
·         Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pemerintah termasuk BLK (Balai Latihan Kerja)
·         LPK Swasta
·         Training Center Industri
Pelatihan dari akses reguler ini dilakukan secara tatap muka. Dan Kartu Pra Kerja akses Reguler ini buat para pencari kerja baru dan pencari kerja yang alih profesi atau korban PHK.
2. Kartu Pra Kerja akses Digital
Dengan akses digital, maka penerima Kartu Pra Kerja bisa memilih jenis, tempat, dan waktu pelatihan melalui platform digital, seperti Go-Jek, Tokopedia, dan lainnya. Pilihan pelatihan bisa dilakukan secara tatap muka ataupun online. Kriteria lembaga pelatihan akan ditentukan sesuai kriteria pemerintah. Sedangkan Kartu Pra Kerja akses Digital ini diperuntukkan utamanya bagi kelompok usia muda 

Harapan dari kartu pra kerja nantinya bisa mengurangi pengangguran secara signifikan dikarenakan SDM kita yang berkualitas membuat banyak investor yang ingin membangun bisnisnya di Indonesia dan nantinya lapangan pekerjaan akan semakin banyak untuk masyrakat Indonesia. Dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2020 juga disebutkan dengan program Kartu Pra Kerja ini diharapkan kompetensi, baik para pencari kerja baru, pencar kerja alih profesi, atau korban PHK dapat mengisi kebutuhan dunia kerja. Sehingga masalah pengangguran di Indonesia dapat diatasi. https://www.cekaja.com/info/kartu-pra-kerja-siap-di-rilis-anggarannya-sampai-rp10-triliun/

View Post


Anak Kost

"Astaga, Ca, Lo, makan mie instan terus, ngga bosan apa?" tanya Nadia teman  sekamarku.

"ini bukan masalah bosan, Nad! Tapi ini masalah bertahan hidup. Dari pada gue mati kelaperan, mending makan mie instan," jawabku sembari menyantap menu rutinku.

Nadia memandang takjub, mungkin dia belum pernah melihat orang makan mie selahap diriku. Untung ada Mie instan, coba kalau tidak, dengan cara apa aku berhemat. Puasa  Nabi Daut, rutin, bahkan sering nyambung ke puasa senin kamis.

Uang bulanan yang dijanjikan ayah, hanya dikirim tiga bulan pertama di awal kuliah, setelah itu, ayah tidak pernah mengirim lagi. Jadi aku harus bisa membiayai semua kebutuhanku. Untungnya aku dapat beasiswa, jadi masih bisa  bertahan hingga semester emapt ini, doakan saja semoga aku bisa bertahan hingga  selesai kuliah.

Aku tidak mau merengek memohon uang bulanan pada ayah. Kalau memang ayah dan bunda ingin membiayai hidupku, tidak perlu aku menelphon berkali kali. Sudah pernah aku menghubungi ayah, panggilanku tidak diangkat. Nelphon bunda, aku rasa keadaanya akan sama.

Masih terekam di memoriku saat pamit berangkat ke Surabaya, rasanya aku tidak ingin  kembali ke rumah itu. Saat itu, ayah membaca koran dan bunda menikmati jus buahnya di teras. Aku berdiri di hadapan mereka untuk berpamitan, tapi sikap mereka datar saja, tidak berbalas dengan sedih di hatiku, atau aku memang tipe ceuwe melow. Ah, sudahlah. Mengingat itu hanya membuat hatiku sakit.

Untungnya, Aku diterima menjadi guru privat di salah satu bimbel, walau hasilnya tidak banyak, tapi cukuplah untuk bayar kost dan biaya hidup sehari-hari. Kadang aku cari tambahan dari megerjakan tugas teman teman. Memiliki uang, membuat mereka punya hak untuk berkata malas. Tapi ini menjadi sumber rezekiku. Berapa pun uang yang mereka beri sebagai upah, aku sangat berterimakasih.

"Alhamdulillah, kenyang," ucapku sembari mengelus perut. Nadia menggeleng, ia juga pemakan mie instan sejati, tapi tidak sepanatik diriku. Palingan kalau uang bulananya habis buat lisptik atau beli barang barang lain, baru lah, akhir bulan makan mie instan terus. Xixi ... Nasib anak kost, kalau tidak pandai pandai mengatur keuangan, perut bisa keroncongan.

"Ca, liburan semester ini, ikut gue ke Bali, yuk."

"Ngapain?"

"Cari duit lah. Jangan kira lo bisa makan tidur gratis nebeng gue."

"Etdah, segitunya. Btw, gimana cara nyari duitnya? Eh, tapi Gue nggak mau angkat rok ya."

"Tenang, Cuy, angkat rok atau tidak, itu tergantung kesepakan lo sama klien."

"Heh, maksud, Lo"

"Ca, Lo kan cakep, tampang unik, laku, lo, jadi lady escort."

"Apaan tuh lady escort?"

"Elah, gugling donk!"

"Ngga punya kuota, nyalain donk hotspot, Lo, xixi.... "

"Asem, gue lagi yang yang kena. Lady escort itu ceuwe yang dibayar untuk nemenin seseorang. Semacam penggembira gitu, deh." ujar Nadia berpikir keres, sampai-sampai keningnya berkerut.

Aku tertegun sejenak, khawatir pekerjaan itu berhujung di tempat tidur. Karna aku sudah bertekad akan menjaga kado pernikahan ini untuk suamiku kelak. Dialah yang berhak membukanya, paling tidak, aku tidak punya beban moril saat malam pertama.

"Woi, bengong lagi." Sebuah bantal mendarat di wajahku.

"Ntar dulu, Kupret! Gue ngeri kejeblos."

"Gue nggak maksa, Cuy, terserah lo. Kalo seteju besok pagi ikut gue berangkat ke Bali."

"Hem, tau aja lo Nad, gue lagi kepepet duit. oke deh, Gue setuju."

"Nah, gitu donk, semangat! Satu bulan ini kesempatan lo cari duit yang banyak, biar ngga ngutang mulu sama gue."

"Iya, Neeek." jawabku mendayu.

Aku melengos mendengar ocehan Nadia. Mulutnya memang lemes, tapi hatinya baik. Cuma dia yang sanggup tinggal sekamar denganku. Dulu sebelum bertemu dengannya, hampir setiap bulan aku pindah kost, nyari yang mau sekamar denganku. Tapi baru satu bulan semua pada kapok. Mungkin mereka ngga kuat sama kelakuanku yang super irit. Kadang malah nebeng mereka. Cuma Nadia yang tahan aku gerecokin, walau mulutnya nyap-nyap, tapi dia tidak pernah menyembunyikan makanan ataupun barang-barangnya. Kadang shampoku habis saat tidak punya uang seribu rupiah saja. Dari pada mencium aroma apek, ia rela shampo nya kupakai. Paling dia cuma teriak, dasar koret! Haha ....

*

"Nad, uang gue cuma cukup buat sekali jalan tanpa makan. Jadi karna lo yang ngajak, lo harus tanggung jawab sama perut gue."

"Setdah, punya temen kere amat."

"Ntar gue ganti kalo ada duit."

"Dua kali lipat."

"Anjir, lintah darat!"

Setelah menempuh Perjalanan sekitar 10 jam  kami pun tiba di pantai Gilimanuk.

"Yuhui ... I coming Bali ...."

Aku melompat kegirangan. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki di pulau dewata. Kuhirup udara pantai yang segar, angin berhembus lembut menyapu wajahku. Nadia mengajakku ke rumah bos-nya. Entahlah, setauku dia belum bekerja, kenapa bisa punya bos? Bodo ah, yang penting gue nebeng.

Nadia menyetop taxi, setelah taxi berhenti, kami pun bergegasi masuk. "Bang, Nusa Dua, ya." Ujar Nadia memberi instruksi. Taxi segera membawa kami menusuri jalanan. Sesekali aku tersenyum simpul, tidak pernah terpikir sebelumnya aku tiba di pulau indah ini. Saking hikmadnya menikmati perjalanan, sampai-sampai aku tidak sadar kalau kami sudah sampai di tujuan. Kami bergegas turun, Villa Garden Nusa Dua, sebuah tulisan yang dihiasi lampu warna warni sangat menarik perhatianku. Aku mengikuti Nadia yang berjalan lebih dulu menuju lobi.

"Mba, Saya Nadia dari Surabaya, ada janji dengan pak Burhan, bisa tolong panggilkan?" Pinta Nadia ramah.

"Oh, Baik, Mbak Nadia, silakan tunggu sebentar, saya akan panggilkan."

Kami di giring oleh salah satu staff kesebuah ruangan. "Heh, Indah sekali ruangan ini." gumamku dalam hati. Ruangan tertata rapi, sofa putih terkesan mewah seolah mengajakku duduk diatasnya. Mas Herman, staff yang membawa kami ke sini, pamit keluar meninggalkan aku dan Nadia. Aku menatap Nadia, memohon penjelasan tentang semua ini. Tapi bukan jawaban yang kudapat, dia malah tersenyum centil sembari mengangkat kedua alisnya.

Baru saja aku ingin bicara, pintu terbuka dan seorang lelaki paruh baya dengan jas hitam dan berdasi merah, masuk ke dalam.

"Halo, Pak Burhan ...." Ujar Nadia menghampiri, kemudian cipika cipiki. Aku tertegun, salah tingkah, rasanya enggan melakukan hal yang sama.

"Halo juga Nadia, apakabar? Makin cantik aja kamu!" jawab Pak Burhan sembari mencubit genit pipi Nadia. Aku mematung. Lelaki itu melirik ke arahku.

Bersambung
View Post


Lulus PTN

"Yuhuiii, Alhamdulillah ...  aku lolos seleksi masuk kedokteran UI." Kubaca berkali-kali pengumuman hasil seleksi itu, tanganku berhenti di sebuah nama Alisya Putri, iya, itu namaku. Buru buru aku mencari bunda, aku ingin mberitahu kabar gembira ini. Siapa tahu bunda juga senang dan bangga padaku. Kudekati bunda yang sedang menata bunga.

"Bun, Ica lulus kedokteran UI," ucapku semeringah.

"Hem," ucapnya acuh.

Rasa bahagia itu perlahan meredup, tidak ada reaksi yang berarti dari bunda. Ia masih sibuk dengan rangkaian bunganya.

"Kamu pikir jadi dokter itu mudah? Sekolahnya juga mahal, ayah dan bunda tidak sanggup membiayai kamu kuliah kedokteran. Lagi pula, kamu nggak cocok jadi dokter, kamu itu cerobah,  bisa bisa sakit orang bertambah parah setelah kamu obati. Udah, deh, jangan yang ngak-nggak, Bunda lagi sibuk."

Deg, kata kata bunda, bagai belati yang menusuk uluhati. Perlahan, aku mundur dari hadapannya, lalu menjauh dan kembali ke kamar.

Kusandarkan tubuh ini di pintu kamar  setelah menutupnya rapat, cita cita menjadi dokter sepertinya hanya mimpi belaka yang takkan mungkin terwujud. Aku teringat  PMDK yang kudapat, mungkin lebih baik aku mengambil PMDK itu, pasti  biayanya lebih murah.

Nanti malam aku harus bicara pada ayah dan bunda. Kulipat kembali amplop formulir lapor diri itu. Tak ingin membuang waktu, kurapihkan kamarmu yang berantakan. Sudah tiga hari aku belum mencuci dan menyetrika baju. Walau ada Bik Inah, urusan kamar, cuci baju, setrika, bahkan cuci piring bekas makanku menjadi tanggung jawabku sepenuhnya. Bi Inah keberatan mengerjakan pekerjaan itu, menurutnya jika tidak ada penambahan gaji, berarti tidak ada penambahan tugas.

Sibuk dengan pekerjaan, adalah cara efektif menghabiskan waktu tanpa terasa. Kini malam sudah tiba. Seperti biasa, makan malam adalah waktunya kumpul keluarga. Aku duduk disamping Mbak Dela, ia selalu mendominasi percakapan. Ada saja cerita yang ia bawa pulang dari kampus. Mas Rendy lebih slow, hanya sesekali ia membahas bisnis batubara yang ia lakoni. Setelah semua selesai makan, aku memberanikan diri bicara.

"Yah, Ica lulus kedokteran UI." ujarku ragu-ragu.

Ayah melirik ke arahku. "ohya?" Tanyanya memastikan. Aku mengangguk pelan. Kulirik bunda, wajahnya tidak bersahabat.

"Bun, besok Dela harus beli buku anatomi dan beberapa buku lainnya. Transfer  lima belas juta ke rekening Dela ya, Bun."  ucap Dela memecah keheningan.

"iya, nanti bunda transfer."
Jawab bunda manis.

"Jangan lupa, loh, Bun! Dela mau ke kamar, masih banyak PR yang harus Dela kerjakan."

"Rendy juga mau keluar sebentar, Bun, Yah, ada urusan dengan teman."
Tanpa menunggu jawaban, Mbak Dela dan Mas Rendy meninggalkan meja makan. Aku masih duduk menunggu. Aku masih berharap sambutan ayah positif. Hening. Beberapa detik kemudian, ayah meninggalkan meja makan, lalu beralih ke ruang tv yang diikuti oleh bunda. Aku tertegun sejenak, tak tahu harus apa. Sayup sayup aku mendengar percakapan ayah bunda.

Kudekati suara itu, rasa ingin tahuku mengalahkan etika. Aku tahu, tidak sopan menguping pembicaraan orangtua, Tapi aku sangat ingin tahu pembicaraan mereka.

"Yah, Bunda nggak setuju kalau Alisya jadi dokter. Dia itu ceroboh. Ayah masih ingatkan bagaimana dia mendorong Dela ke kolam? Untung Si Inah lihat dan buru buru nolongin, coba kalau tidak? Bunda nggak tahu apa yang tetjadi pada Dela."

"Kejadian itukan sudah lama, Bun. Lagi pula, saat itu Alisya masih kecil, mungkin ia hanya ingin bercanda."

"Ayah selalu saja membelanya, padahal ayah tahu sendiri, sejak bunda mengandungnya ada saja kesialan menimpa keluarga ini. Rendy lah sakit nggak sembuh-sembuh, bahkan ayah sempat selingkuh dengan perempuan lain. Saat melahirkannya, bunda hampir saja mati karna pendarahan. Setelah dia lahir, ayah dimutasi ke Kalimantan. Dan nyawa Dela hampir saja melayang karena ulahnya. Terus kalau dia jadi dokter, lalu pasiennya kenapa kenapa karena kecerobohan dan kesialannya itu, kan kita juga yang kena getahnya, Yah! Pokoknya Bunda nggak setuju kalau dia masuk kedokteran."

"Bunda, sudahlah, walau bagaimanapun, Alisya itu putri kita. Dia lahir dari rahim kamu. Sudah sewajarnya kalau kita mendukung dan mewujudkan cita citanya."

"Yah, Bunda tahu kewajiban kita sebagai orang tua, tapi bunda nggak mau keluarga ini terkena sial lagi karena keberadaannya di rumah ini. Lihat ini, Yah, belum satu bulan dia tinggal bersama kita, tapi sudah bikin Pengangkatan ayah sebagai direktut HRD di cancel. Bunda khawatir, semakin lama dia di sini, bisa bisa, Ayah nggak jadi di angkat."

Lututku gemetar mendengar percakapan mereka, aku tidak ingin jatuh pingsan di sini, perlahan aku menjauh dan kembali ke kamar.

Kuhempaskan raga ke kasur putih yang masih tertata rapi. Rasanya aku tidakk sanggup lagi menahan sesak di dada.  Kubiarkan air mata tumpah membanjiri bantal, aku ingin menangis sepuasku. Agar himpitan itu tidak lama bercokol di dada. Aku tidak rela, perih itu berganti benci, aku tidak sudi, sesak ini berganti dendam. Dia ibuku, wanita yang telah melahirkanku, Aku akan tetap menyayanginya sebenci apapun dia padaku.

Kutarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Sejenak aku termangu, terjawab sudah penasaranku selama ini, kini aku tahu mengapa keluarga ini menitipkanku pada Pakde, aku pembawa sial. Jangan jangan, Pakde di PHK dari kantornya akibat terkena kesialanku juga. Oh tidak. Aku tidak akan kembali ke rumah Pakde, cukup sudah aku menyusahkan mereka. Lagi pula aku sudah cukup dewasa untuk bisa menopang hidupku sendiri.

Aku beranjak dari timpat tidur, lalu merapikan barang barang. Kumasukkan semua dalam koper. Aku berhenti saat Bi  Inah memanggil dari luar.

"Non Alisya! disuruh kebawah sama Ibu." ujarnya lantang.

"Iya, Bik, nanti aku turun," jawabku singkat. Bergegas aku menuruni tangga dan menemui ayah bunda di ruang tv.

Tidak ada kata yang keluar dari mulut, hanya diam dan menunduk. Aku berusaha menyembunyikan mataku yang merah.

"Ca, ayah dan bunda sudah diskusi. Biaya kedokteran itu sangat mahal, mbakmu Dela saja belum selesai. Kamu tahu kan kalau Dela kuliah kedokteran di Trisakti? Biayanya sangat mahal. Jadi kalau kamu kuliah kedokteran lagi meski di UI, ayah belum sanggup membiayai kuliah kamu. Jadi kami harap kamu mau mengambil beasiswa PMDK itu. Kamu tinggal saja di Surabaya, kost di sana. Ayah akan rutin kirim uang bulanan kamu.

"Iya, Yah." jawabku singkat, mataku lekat menatap lantai.

"Ya sudah, kalau begitu besok kamu cari tiket kereta, agar segera berangkat ke Surabaya Ini uang buat beli tiket."  Ayah meletakkan uang lima lembar berwarna merah. Kuseret kaki mendekati meja, kupaksa  tangan ini mengambil uang itu, lalu menunduk dan mundur.

"Ica kembali ke kemar, Yah, Bun." ucapku lembut, suaraku parau. Ayah mengangguk. Aku segera berlalu.

Bersambung


View Post


Kembali Ke Rumah 

Kutatap mendali di dinding kamar, bangga rasanya bisa membawa pulang benda itu. Walau hadirnya tidak mampu membawa ayah dan bunda di sampingku, namun bisa memilikinya sudah cukup membuatku bersyukur. 

Besok aku akan membawanya serta ke Jakarta. Kuambil mendali itu lalu memasukkannya kedalam koper. Tak lupa album biru kesayanganku, tersimpan memori masa kecil bersama keluarga ini, keluarga yang telah membesarkanku dengan penuh kasih sayang.

Sejujurnya, jika diizinkan, aku lebih memilih kost dari pada tinggal bersama ayah dan bunda. Entahlah, aku enggan bersama mereka.  Tapi jika aku yang meminta, rasanya kurang sopan. 

"Ca, sudah tidur?" suara bude menyadarkanku. 

"Belum, Bude," sahutku sembari keluar kamar. 

"Dipanggil pakde, mungkin ada yang ingin dibicarakan." 

"njih, Bude." Aku bergegas mengikuti bude lalu duduk disampingnya. Mas Wahyu terlihat murung, sesekali ia menatapku. Pakde manggut-manggut, khas gerakan tubuhnya jika ingin bicara. 

"Ca, Sebelum kamu kembali ke Jakarta, Pakde ingin berpesan. Jika di Jakarta kamu tidak betah dan ingin kembali ke rumah ini, jangan sungkan, datanglah. Pintu rumah pakde selalu terbuka untukmu. Tapi pakde harap, kamu betah di sana. Walau bagaimana pun, itu rumah orangtuamu, disanalah seharusnya kamu tinggal. Bersabar dan maafkan mereka jika kamu merasa diacuhkan. Pikirkan masadepanmu, kuliahmu harus selesai agar kamu bisa mandiri. Yang harus kamu sadari, tidak ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya. Dua hal yang paling penting, jika kamu butuh sesuatu, jangan sungkan beritahu pakde dan bude. Insya Allah, kami akan berusaha membantu. Dan jangan pernah tinggalkan shalat." 

Kata-kata Pakde begitu sejuk di hati. Jiwaku yang gelisah terasa tenang. Ada rasa yang membuncah di dada. Sentuhan tangan bude,  membuat mataku berair. Tangan kasar itu membelai rambut dan mendekapku dalam kehangatan. Mas Wahyu keluar, sekilas aku melihat matanya memerah. Sedangkan Pakde tampak tegar. Ia memang sosok yang gagal dimataku. Lelaki paruh baya yang taat beragama, jiwanya teduh, dan penuh kasih sayang. 

*

Aku terbangun saat perutku terasa lapar. Ternyata aku tidur hampir  enam jam. Mungkin karna tadi malam aku tidak bisa tidur. Rasanya aku belum siap tinggal di Jakarta. 

Kupandangi hamparan sawah yang membentang luas, berusaha mencari tau sudah sampai dimana kereta ini membawaku. Cirebon. Hem, masih cukup jauh jarak yang akan ku tempuh. 

Aku berusaha menikmati sisa perjalanan dari Jogja ke Jakarta. Kubuka ragsum yang diberi bude, ada telur asin dan belut goreng kesukaanku. Terkadang aku berpikir, mengapa bukan bude yang melahirkanku? Ah, manusia tak punya daya untuk memilih dari rahim mana ia akan keluar. 

Tenggorokanku terasa tercekik, setiap kali ingat bunda, wanita yang melahirkanku. Entahlah, rasa apa yang Ada di hari, sulit kuceritakan. Bench tapi rindu. Sering aku menagis mendengar perkataan bunda. Mungkin caraku mencari perhatian, membuat ia selalu emosi. Alhasil, bukan perhatian yang kudapat, melainkan umpatan dan sindiran pedas yang membuatku sakit hati. Akhirnya, aku memilih menghabiskan sisa liburan kembali ke rumah pakde. 

Tapi, kali ini aku janji, tidak akan membuat susah mereka lagi. Aku janji, hadirku kali ini tidak akan membuat mereka sadar jika aku ada diantara mereka. Aku janji, tidak akan cemburu  pada Mbak Dela, aku janji, tidak akan sok dekat dengan Mas Rendy dan aku janji, tidak akan mengganggu waktu istirahat ayah dan bunda. 

Kupandangi Handphonku yang tak juga berdering, tidak ada notif pesan masuk. Ah Alisya, bukankah kau baru saja berjanji tidak akan merepotkan mereka?

Kutarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Yap, sesampainya di stasiun pemberhentian nanti, aku naik taksi saja. Uang pemberian Pakde dan Mas Wahyu lebih dari cukup untuk membayar taksi.


"Assalammualaikum," ucapku sembari memencet bel. 

"Waalaikum salam." Bi Inah membukakan pintu, sejenak menatapku kemudian berlalu. Sesaat aku mematung di depan pintu, rumah mewah ini terasa asing bagiku. Sudah dua kali liburan semester, aku tidak berkunjung ke sink. Perlahan aku melangkah masuk. Koper sengaja kuangkat agar tidak mengotori lantai. 

"Bik, yang lain kemana?" Tanyaku mencari tahu. 

"Loh, memangnya Non Alisya tidak diberitahu?" 

Aku menggeleng, memelas jawaban darinya. 

"Hari ini, Bapak di angkat menjadi direktur HRD di perusahaannya jadi, ibu, Non Dela, dan Den Rendy semua merayakannya, mereka makan di restoran. Harusnya saya juga ikut makan di restoran mewah itu, tapi karena Non Alisya mau datang, jadi saya disuruh ibu nungguin rumah. Duh, apes banget, deh." 

Aku terdiam mendengar penjelasan Bi Inah, tenggorokanku kembali kering. Segera kutepis rasa perih itu, kubawa koper menaiki tangga satu demi satu. Tak peduli, seberat apa beban yang kuangkat. Aku harus bisa membawanya sendiri tanpa bantuan siapapun. 

Kuhempaskan tubuh ke atas kasur. Langit Jakarta mulai gelap, ada sepi yang menyelinap di sudut hati. Kutarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan, lagi, dan lagi, hingga sesak itu hilang. 

Bersambung

Udah baca yang Alisya Part1
View Post